Cara Restore File Website dari Backup
Panduan memulihkan file website secara aman tanpa menimpa data yang masih diperlukan.
Tentukan titik pemulihan
Pilih backup dari sebelum masalah terjadi. Pastikan tanggal backup cukup baru dan tidak sudah mengandung malware atau kesalahan yang sama.
Buat backup kondisi saat ini
Sebelum restore, arsipkan file website yang ada. Ini penting jika ternyata ada file baru yang masih diperlukan.
Restore manual melalui File Manager
- Masuk ke document root website.
- Rename folder atau file lama sebagai cadangan.
- Upload arsip backup.
- Extract ke folder sementara.
- Periksa struktur file.
- Pindahkan isi backup ke document root.
- Periksa permission.
Restore melalui backup tool
Jika cPanel menyediakan JetBackup atau tool serupa:
- Buka menu backup.
- Pilih tanggal restore point.
- Pilih jenis restore file.
- Tentukan domain atau folder.
- Konfirmasi restore.
- Pantau status queue.
Database dan file harus sesuai
Untuk CMS, file dan database dari tanggal yang terlalu berbeda dapat menimbulkan ketidakcocokan. Restore keduanya dari titik yang konsisten jika memungkinkan.
Setelah restore
- Bersihkan cache.
- Uji website dan wp-admin.
- Periksa koneksi database.
- Periksa email form.
- Update software jika restore memakai versi lama.
Jangan langsung menghapus backup kondisi terbaru sebelum website hasil restore benar-benar stabil.













